Tujuan LAKPESDAM NU Ponorogo adalah melaksanakan upaya-upaya transformatif di tengah komunitas basis, menuju masyarakat yang berpegang teguh pada 5 (lima) prinsip:
Al-Shidqu: yang bisa dimaknai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Al-Shidqu adalah merupakan refleksi keberadaan manusia yang paling otentik yang bersumber dari hati nurani (al-Qalbu).
Al-Amanah wa al-Wafa bi al-‘Ahdi: yang mengandung arti dapat dipercaya, setia dan tepat janji. Butir ini akan memperkokoh dan menjamin integritas pribadi sebagai manusia sejati yang senantiasa hadir, terlibat, dipercaya, bersedia dan mampu memecahkan persoalan-persoalan sosial.
Al-‘Adalah: yaitu bersikap dan bertindak adil dalam segala bidang. Adil mempunyai daya lindung yang absolut terhadap nilai kemanusiaan yang harus diperjuangkan, dijaga eksistensinya dan kemudian melaksanakannya secara proporsional. Sedangkan unsur paling dominan dari etika keadilan adalah “wisdom” (kearifan dan kewaskitaan).
Al-Ta’awun: atau saling tolong menolong adalah inti dari solidaritas. Dan solidaritas itu sendiri harus dikatikan dengan pengertian kebajiakan (al-Birru), dedikasi, kredebilitas pribadi, karena pada gilirannya nanti ia akan menjadi penyangga bagi siklus (tata kehidupan) sosial.
Al-Istiqamah: adalah keajegan atau ketidakbergeseran. Artinya tetap dan tidak akan bergeser dari jalur sesuai dengan ketentuan Tuhan dan utusan-Nya, tuntunan yang diberikan oleh para pendahulu dan aturan main serta rencana-rencana yang disepakati bersama.